Leukemia dan Keseimbangan Struktur Tubuh: Analisis Mendalam Terapi PAZ Al Kasaw

Artikel sebelumnya telah mendokumentasikan studi kasus empiris Pak Prayitno, penyintas leukemia selama 4,5 tahun yang melaporkan perbaikan kondisi setelah mempelajari dan menerapkan terapi PAZ Al Kasaw.

Pada artikel ini, kita tidak lagi fokus pada kisah personal, melainkan pada analisis konseptual: bagaimana leukemia dipahami dalam kerangka struktur tubuh dan bagaimana terapi PAZ Al Kasaw diposisikan sebagai pendekatan komplementer berbasis gerakan.

Leukemia dalam Perspektif Medis Modern

Leukemia adalah kanker hematologis yang berasal dari gangguan pada proses hematopoiesis di sumsum tulang.

Produksi sel darah putih abnormal menyebabkan gangguan sistem imun, anemia, dan ketidakseimbangan komponen darah lainnya.

Secara biologis, leukemia berkaitan dengan mutasi genetik, disregulasi proliferasi sel, serta gangguan mekanisme apoptosis. Continue reading →

Terapi PAZ Al Kasaw pada Leukemia: Studi Kasus Empiris 4,5 Tahun Pak Prayitno

Apa bisa terapi paz al kasaw untuk leukemia?

Kita belajar dari pengalaman pribadi empiris Pak Prayitno.

Artikel ini menyajikan studi kasus kualitatif empiris mengenai pengalaman penyintas leukemia yang menjalani terapi PAZ Al Kasaw sebagai ikhtiar komplementer.

Tulisan ini tidak menggantikan pengobatan konvensional, tetapi mendokumentasikan pengalaman nyata yang dapat dipertanggungjawabkan secara naratif dan empiris.

Definisi Leukemia dalam Perspektif Medis

Leukemia adalah kanker pada jaringan pembentuk darah, khususnya sumsum tulang, yang menyebabkan produksi sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan.

Sel abnormal ini mengganggu proses hematopoiesis, yaitu pembentukan sel darah normal.

Dampaknya meliputi anemia, gangguan imun, mudah berdarah, serta kelelahan kronis.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory tahun 2020, terdapat sekitar 474.000 kasus baru leukemia secara global setiap tahun dengan lebih dari 300.000 kematian. Continue reading →

Kisah Bu Ayu | Testimoni PAZ Al Kasaw Sembuh dari Skoliosis, HNP, TB Otak dengan PAZ Al Kasaw

Sharing, Testimoni PAZ Al Kasaw Bagaimana jika seseorang yang pernah lumpuh total, hidup 10 tahun dengan korset, bahkan kehilangan fungsi saraf kakinya. Kini bisa rukuk, menyetir, tidur tengkurap, dan mengajar orang lain menyembuhkan dirinya?

Kisah semacam ini sering dianggap anomali — bahkan mustahil — dalam pandangan medis konvensional. Apalagi jika kesembuhan itu tidak melalui obat, operasi, atau fisioterapi rumah sakit, tapi melalui metode koreksi tubuh alami bernama PAZ Al Kasaw.

Bu Ayu J Cahyasari, seorang ibu rumah tangga dari Depok, menjalani kondisi yang secara klinis tergolong kompleks: skoliosis derajat sedang, HNP lumbal 3–5, kebas total dari paha hingga kaki, hingga TB Millier yang menyerang otaknya. Ia sempat lumpuh, tidak bisa duduk tanpa disangga, dan memakai brace selama satu dekade.

Namun titik balik datang saat ia mengikuti pelatihan PAZ. Bukan sebagai pasien, tapi sebagai peserta yang belajar tentang tubuhnya sendiri. Dalam hitungan hari, ia bisa rukuk dengan sempurna. Dalam hitungan minggu, ia melepaskan brace-nya selamanya. Dan dalam hitungan bulan, ia menjadi P3K keluarga — bahkan menolong orang lain dengan ilmu yang ia dapat.

Artikel ini mencoba memotret kisah nyata Bu Ayu melalui pendekatan studi kualitatif fenomenologis. Bukan sekadar testimoni, tapi sebagai data hidup yang merekam perubahan fungsi tubuh, makna kesembuhan, dan transformasi identitas — dari pasien menjadi penyembuh.

  • Apakah kesembuhan ini bisa dibuktikan secara ilmiah?
  • Apakah metode PAZ yang tanpa alat, tanpa obat, bisa diterima dalam logika biomekanik dan kinesiologi modern?

Kita akan telusuri kisah ini dengan mata terbuka, hati terbuka, dan nalar yang jujur. Karena dalam setiap tubuh yang sembuh wasilah paz, ada ilmu yang belum sempat dibukukan.


Pendahuluan: Ketika Teori Tak Lagi Cukup, Tubuh Sebagai Sumber Ilmu

Dalam lanskap pengobatan modern, pendekatan Evidence-Based Medicine (EBM) menjadi standar emas dalam penentuan diagnosis, intervensi, dan evaluasi klinis. Namun, tidak semua pengalaman kesembuhan dapat dijelaskan sepenuhnya oleh angka statistik, hasil laboratorium, atau parameter objektif. Ada dimensi tubuh yang hanya bisa dibaca dari dalam: melalui pengalaman langsung individu itu sendiri. Continue reading →

Terapi PAZ Sinusitis Maxilaris Ethmoiditis & Polip Hidung Alami Tanpa Operasi

Berikut sharing pengalaman pasien Terapi PAZ Sinusitis Maxilaris Ethmoiditis & Polip Hidung Tanpa Operasi. Semoga kiranya bisa menjadi sarana solusi bagi anda yang sedang mengalami hal serupa. Sharing langsung saja dimulai.

Sebelum berbicara lebih jauh tentang PAZ (Pengobatan Akhir Zaman), akan lebih dahulu saya ceritakan tentang keluhan sakit yang saya alami dan diagnosa dokter yang saya terima. Cerita ini berawal dari sekitar 20 hari lalu, saya mengalami bersin² seperti gejala flu, namun tanpa demam.

Saya berfikir ini hanya flu biasa, maka saya berikhtiar dengan istirahat yang cukup, konsumsi menu sehat dan pijet tradisional.


Namun ternyata, 3 sampai 5 hari belum sembuh, maka saya yang juga seorang bidan, terfikir lah untuk mulai minum obat flu plus antibiotik. Minum obat 3 hari tidak kunjung mereda juga, batuk pilek namun dahak nggak bisa keluar masih saja menyiksa saya.

Lalu terfikir untuk bekam, dengan keluhan itu saya sampaikan pada terapis. Hasilnya 3 hari kemudian tak kunjung reda, justru badan semakin lemes karena mulai tak selera makan.

Lanjut pijet lagi dan panggil terapis untuk pijet titik² khusus sesuai sakit ini.

Qodarulloh kesembuhan belum hadir, saat itu justru bertambah pusing dan muka bagian kiri jika disentuh sakit. Dahak yang keluar berwarna kuning kecoklatan.

Akhirnya saya berfikir

Sepertinya ini bukan flu biasa. Continue reading →

Pengalaman Terapi PAZ Untuk Syaraf Kejepit dari Seorang Ibu Perawat di Bontang

Masya Allah, Luar biasa sharing Pengalaman Terapi PAZ Untuk Syaraf Kejepit dari Seorang Ibu yang sehari hari bertugas sebagai seorang Perawat di sebuah rumah sakit area Bontang, Kalimantan Timur. Beliau bernama, Ibu Iffah Najamuddin, beliau tulis testimoni terapi paz al kasaw di facebook.

Awal tahun 2019 adalah awal Dari titik Balik kehidupan yg Allah atur untukku.

Sakit yg luar biasa akibat syaraf kejepit yg saya derita bertahun-tahun akhirnya sampai pada titik utk menyerah.

Sehingga menerima keputusan utk dilakukan operasi mematikan satu syaraf dari beberapa syaraf pada daerah pinggang sebelah kiri.

Keputusan itu saya ambil karena kekhawatiran takut kambuh saat ibadah Haji 2109, dimana sdh setiap hari minum obat yg tdk sedikit tapi sakit akan timbul lagi jika reaksi obat habis.

Ya Allah, Itu adalah Salah satu Dari sekian sakit Yang saya alami.

paz al kasaw penipuan Terapi PAZ Untuk Syaraf Kejepit ibu iffah bontang
Foto 1: Ibu Iffah saat Presentasi Pengalaman Sebagai terapi PAZ

Tidak Sekedar Terapi PAZ Untuk Syaraf Kejepit

Ibu iffah ini sampaikan, beliau memiliki beberapa keluhan lain yang dirasakan selain Syaraf Terjepit. Diantaranya:

Satu, Terapi PAZ untuk Asma

Ya, sakit yg pertama adalah asma. Betapa Rasa ini ya Allah. Sesak hampir setiap saat, sampai menyimpan obat semprot dimana-mana karena sesak kambuh tidak mengenal waktu dan tempat. Terakhir kambuh saat itu yang saya fikir sudah waktunya utk meninggalkan dunia ini. Paling berat terakhir kali kambuh. Continue reading →

© 2025 PazIndonesia.com | All Rights Reserved | Ayub Camp, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia
Towards Healthier Lives, Rahmatan lil ‘Alamin