Apa Kata 9 Dokter Pembelajar ini Mengenai PAZ Al Kasaw?

Pazindonesia.com – Metode pengobatan PAZ Al Kasaw sedang booming dan menjadi pusat perhatian di indonesia juga negara tetangga.

Bagaimana tidak, terobosan baru bidang kesehatan dimana mengambil inspirasi dari Al Qur’an serta As Sunnah kemudian dikaji dalam disiplin ilmu secara biomekanik hasil riset Ustadz Haris Moejahid  benar benar telah berhasil memberikan pendekatan, fakta, hasil hasil yang tak terbantahkan.

Bagaimana syaraf kejepit yang dulunya merupakan penyakit mengerikan, dimana si sakit ujung ujungnya meminum obat nyeri seumur hidup, atau operasi tulang yang berakhir kelumpuhan serta nyeri semakin banyak.

Bi idznillah, Banyak penyakit mengerikan bisa selesai ukuran detik wasilah metode yang dikembangkan oleh Lulusan Technische Universiteit Delft jurusan Aeronoutical Enginering, Belanda ini.

Hal lain, penyakit jantung, mulai jantung koroner, kasus sesek pada orang yang sudah pasang ring jantung, termasuk kasus aritmea bisa selesai dengan engklek (loncat loncat) tanpa harus pembedahan.

Sampai akhirnya, Riset 15 tahun Ustadz Haris dituangkan dalam konsep PAZ Al Kasaw Melahirkan Lifestyle Baru Masa Kini, Bagaimana Hidup Sehat Tanpa Operasi, Tanpa Alat Alat Aneh Mahal Mahal, Tanpa Jimat bersih dari Kesyirikkan, dan tanpa Obat Kimia Sintetis yang efek sampingnya sangat merusak.

Oke, Kedengarannya Bagus, Namun Bagaimana Sih Pandangan Kalangan Medis Mengenai PAZ Al Kasaw?

Baik, dimanapun majelis PAZ Al Kasaw, tidak lepas dari banyaknya dokter dokter pembelajar yang ikut hadir. Tidak sekedar dokter umum, dokter gigi, bahkan dokter spesialis ikut mempelajari temuan baru ini.

Tak sungkan sungkan beliau dari luar jawa bahkan dari luar negeri mengejar kelas kelas Pengobatan Akhir Zaman Metode PAZ Al kasaw ini.

testimoni dokter paz tinjauan medis mengenai paz al kasaw
Gambar 1: Beberapa Dokter yang Sudah Aktif Nge-PAZ

Demikian luar biasanya semangat belajar, bahkan ada sejumlah dokter demi bisa memahami lebih dalam mengenai PAZ Al Kasaw, beliau beliau ini rela meninggalkan keluarga, mengorbankan waktu cutinya, guna reseat (daftar ulang) kelas basic sampai beberapa kali.

Kok bisa para dokter sampai re-seat?  Ya walaupun beliau ini sudah menempuh bidang kedokteran, pendekatan PAZ sama sekali baru. Kedokteran kecenderungannya biokimia, ada penyakit apa, dibaca reaksi kimia di badan seperti apa, ujungnya obat kimia apa yang bisa jadi solusinya.

Sedangkan PAZ, paz kuat di sisi Biomekanik. PAZ melihat problem kesehatan seperti insinyur (foundernya juga insinyur), bagaimana menemukan permasalahan secara biomekanik, memberikan solusi biomekanik, dan followup terapi biomekaniknya seperti apa.

Walau paz tetap saja tidak mengesampingkan proses biokimia di badan. Hanya saja, porsi terbesar di PAZ fokus pada biomekanik.

Testimoni Dokter Terhadap Pelatihan PAZ Metode Al Kasaw

Baik, mari kita langsung saja menyimak testimoni para dokter yang sudah langsung belajar di kelas PAZ Al Kasaw.

Ada yang awalnya hadir sehat sehat saja murni belajar, ada yang datang membawa problem kesehatan yang sejak dulu tak selesai selesai (padahal dirinya dokter), ada juga yang awal nyinyir sekarang malah jatuh cinta setengah mati dengan PAZ he he he he.

1. drg. Muh Syafaat, Dari Makassar

Kasus: 16 Tahun Kasus Arimea Jantung

Beliau dokter syafaat, Qodarulullah dulunya mengalami kasus Aritmea Jantung. Saat terjadi serangan, tak jarang beliau itu tiba tiba pingsan tak sadarkan diri. 

Alhamdulillah, setelah belajar di Pelatihan PAZ, beliau tau akar problem penyimpangan dirinya. Beliau bisa merumuskan tindakan menurut konsep PAZ Al Kasaw untuk pengobatan dirinya sendiri.

drg. Syafaat tau problem aritmea-nya adalah yang disebut dalam paz problem melintir, begitu pelintirannya di normalkan ke titik nol koma nol, makan bi idznillah sembuh. Malahan, oleh karena dirinya ikut pelatihan paz, hari ini aktif mengobati pasiennya dengan PAZ Al Kasaw.

Simak testimoni selengkapnya beliau mengenai PAZ Al Kasaw:

16 tahun saya mencari pengobatan alternatif untuk dada kiri saya yang kadang2 nyerinya muncul, sakit sekali, dokter yang memeriksa saya waktu itu kaget dan panik saat menempelkan stetoskopnya di dada bagian kiri saya, “jantung anda bermasalah, detakannya tidak beraturan” ” ini saya kasih resep, harus diminum tiap hari, dan bila sakitnya kambuh, minun 2 butir”

keluar dari tempat prakter dokter jantung, pandangan saya terasa gelap, tapi saya memilih untuk tetap tegar, ini adalah takdir Allah, sayapun berusaha menguatkan hati saya bahwa saya pasti bisa sembuh. hanya saja saya memutuskan untuk mencari ikhtiar selain meminum obat.

16 tahun saya berdamai dengan rasa sakit yang kadang kambuh, sampai beberapa kali jatuh tidak sadarkan diri, tapi saya tetap berusaha untuk tampil tegar dan kuat. saya pun memilih terapi renang, beladiri, naik gunung, mengelola fikiran dan perasaan dengan SEFT, Hipnoterapi dan banyaaaak lagi yang lainnya. ilmu2 ini sangat banyak membantu, tapi jujur kadang2 sakitnya masih muncul, tapi sudah tdk parah seperti dulu.

setelah 16 tahun pencarian, saya membaca postingan guru saya pak Laksita Utama Suhud, yg ibunya masuk UGD, Divonis jantung koroner, sembuh hanya dalam waktu kurang dari 5 menit setelah mendapatkan terapi dari ust Haris mujahid, dengan terapi PAZ. sayapun memutuskan untuk mengikuti pelatihannya di jogja.

apa yang saya dapatkan sungguh sangat luar biasa, ternyata sakit jantung saya sembuh hanya dengan menerapkan terapi Nabi Ayub, terapi Nabi Musa, memperbaiki cara jalan agar bisa jalan seperti Rasulullah, cara Shalat yang betul, dan dapat PR untuk berolahraga panah, berkuda, berenang dan gulat agar penyakit itu betul betul hilang, dan tubuh menjadi semakin bugar.

prinsip Pengobatan PAZ ini yang saya tangkap adalah bagaimana kita mengembalikan fungsi organ tubuh ke kondisi Fitrahnya, agar tubuh ini bisa melakukan “Self Healing” secara optimal dan sangat Cepat. hanya dalam hitungan Kurang dari 5 menit melakukan terapi PAZ tubuh ini langsung melakukan Recovery.

dan yang bikin semakin takjub adalah, ilmu ini sangat sederhana, bisa dipelajari oleh siapa saja, sangat mudah namun punya dampaknya sungguh dahsyat bagi kesembuhan.

setelah selesai belajar, sayapun praktek ke jamaah mesjid pak radiono yang syaraf terjepit, dan punya luka diabetic, alhamdulillah nyerinya sembuh saat itu juga, dan luka diabeticnya mengering cepat.

ada juga pak gunawan yang sudah belasan tahun harus minum obat anti nyeri setiap hari, karena syaraf terjepit dan hipertensi, bisa lepas dari obat karena syaraf terjepitnya sembuh dan tekanan darahnya kembali normal.

2. dr. Sentot Primadianto, Sidoarjo

Kasus: Pada anak, dulunya anak alami alergi coklat & Pada istrinya migraen serta vertigo tak sembuh sembuh

Beliau mendapatkan ujian dari Allah, anaknya mengalami alergi aneh. Setiap kali memakan coklat atau eskrim langsung terkena serangan alergi yang sangat menakutkan.

Sudah dicoba dikonsultasikan ke berbagai dokter termasuk dokter spesialis, sudah konsumsi aneka obat resep yang diberikan, Qodarullah belum ada progresnya.

Masih berulang, ketika anak konsumsi coklat dan eskrim, alergi timbul.

Lalu, Qodarullah, istri juga memiliki problem vertigo dan migraen kambuhan. Sering terjadi, sejauh ini hanya mampu diberikan anti nyeri, namun berulang terus menerus bertahun tahun tanpa solusi.

Alhamdulillah kemudian dokter Sentot mengetahui informasi adanya metode baru pengobatan bernama PAZ Al Kasaw, lalu beliau ikut dan hadir di kelasnya.

Berikut Testimoni Dokter Sentot tentang PAZ Selengkapnya:

Dokter sentot, hari ini beliau rutin praktek PAZ bersama Istrinya. CouplePAZ yang sangat bersyukur mengenal ilmu PAZ dari Ustadz Haris Moejahid.

3. Dr. dr. Hisbullah Amin ,SpAn.KIC.KAKV.

Kasus: Asam Urat

Beliau adalah dokter spesialis anestesi senior juga dosen dibeberapa fakultas kedokteran.

Sosok yang humble, lucu, bijak, pemberani, serta kecintaannya kepada umat manusia sangat luar biasa. Ada banyak kejadian bencana di indonesia, beliau yang awal awal masuk ke daerah bencana tersebut.

Bahkan disela sela kesibukkannya karirnya, beliau mengasuh sebuah pondok pesantren alam yang cantik di sulawesi selatan.

Singkat cerita, beliau ada keluhan asam urat. Takut mengkonsumsi olahan kambing serta makanan bersantan lain pemicu kambuhnya asam urat.

Beliau ikut pelatihan PAZ Al Kasaw kelas basic, ketika saling praktikum sesama peserta, alhamdulillah keluhannya bisa terselesaikan.

Malam harinya, tim PAZ Al kasaw pusat menantang beliau dengan memakan tongseng kambing. Awalnya beliau menolak, setelah kami yakinkan bahwa insya Allah setelah asam urat di PAZ, bisa makan bebas kembali.

Maka beliau memakannya, alhamdulillah tak ada kumat asam uratnya lagi.

Berikut Testimoni Lengkap Dokter Hisbullah Mengenai Pelatihan PAZ Al kasaw:

Beliau bersama relawan PRI (para relawan indonesia) yang sudah belajar PAZ juga sekarang sudah mendirikan rumah sehat pengobatan alami dimana PAZ Al kasaw sebagai salah satu metode yang diterapkan di dalamnya.

4. dr Risa dan Keluarga

Kasus: Benjolan Payudara & Skoliosis

dr. Risa mengerti bahwa pada kasus benjolan payudara yang dialaminya, penyelesaiannya secara kedokteran umumnya adalah di operasi.

Hanya saja, beliau memiliki harapan supaya pengobatan bisa secara alami saja, tanpa dilakukan operasi.

Alhamdulillah, melalui beberapa kenalan, beliau mendengar informasi mengenai metode pengobatan baru bernama PAZ Al Kasaw yang bi idznillah bisa menyelesaikan kanker payudara / benjolan payudara secara alamiah tanpa operasi.

Maka bersama adik-nya yang juga alami keluhan nyeri di tulang belakang sebab ada skoliosis hadir ke pelatihan PAZ. Qodarullah, selesai keluhan keluhannya.

Simak Testimoni Dokter Risa dan Adiknya berikut ini:

Beliau awalnya agak ragu ragu sama metode PAZ ini, dipikirnya sama seperti pengobatan alternatif lainnya. Ternyata, PAZ sangat berbeda dan alhamdulillah ada manfaat langsung yang dirasakan.

5. dr. Jono dari Mataram

Kasus: 11 Tahun Asma

Beliau menceritakan hasil terapi Asma menggunakan metode paz al kasaw.

Awalnya beliau masih antara percaya dan tidak percaya. Maka beliau menterapi dirinya berdampingan dengan pengurangan konsumsi obat kimia yang biasa beliau minum untuk atasi kasus asmanya.

Berikut Testimoni Dokter Jono Mengenai Terapi dan Pelatihan PAZ lengkap beliau:  

Assalamu’alaikum wr.wb.,…pak Anjrah sekedar melengkapi ceritera..

Sakit asthma yg saya derita puluhan tahun,bahkan dari 2008 s/d sebelum saya ikut pelatihan PAZ  dan berobat methoda PAZ…

bisa dikata setiap hari saya minum obat kalau tdk saya tiap tidur terbangun krn sesak bahkan kalau dingin atau capek juga sesak…

tp setelah pelatihan dan pengobatan methoda PAZ …

3 hari pertama stlh pengobatan PAZ sesak masih dgn disertai banyak mengeluarkan dahak…obat tetap saya minum tp yg biasanya 2x1tab.., saya minum 1×1/2 tab. saat mau tidur krn saya yakin meskipun sesak tp dada lebih lapang…

dan sembuh,stlh hari ketiga dari pengobatan PAZ saya turunkan dosis 1×1/3tab. saat mau tidur dan sembuh….

setelah itu lepas obat…dan Alhamdulillah telah terbebas dari sesak…!! Terima kasih kpd Ustadz Haris Mujahid beserta tim

Berikut video ketika dokter Jono menghadiri Workshop PAZ Al Kasaw Kelas Basic bertopik Asma dan Syaraf Kejepit.

6. dr.  Hidayat Hazairin. M.H. dari Sidoarjo

Kasus: Stroke 1 Tahun. Paralisis pada wajah dan ketika makan makanan mengandung glukosa badan rasa kesemutan tidak nyaman semua.

Beliau mengenal PAZ dari sahabatnya yang lebih dulu berangkat ke pelatihan paz al kasaw serta buka praktek PAZ.

Memiliki keluhan unik. Berawal dari 1 tahun stroke yang dialaminya. Beliau terkena paralisis wajah, lumpuh sebelah wajah.

Sudah di ikhtiarkan secara medis maupun banyak pengobatan alternatif, belum mendapatkan perubahan yang signifikan.

Lebih daripada itu, beliau dari stroke itu mengalami keluhan aneh. Badannya tidak bisa menerima masukan glukosa. Ketika memakan nasi, gorengan, roti, semua bahan mengandung glukosa seluruh badan menjadi tidak nyaman. Rasa Kesemutan.

Beliau merasa butuh solusi baru, yang semoga bisa menjadi wasilah kesembuhan bagi keluhan yang di alaminya.

Alhamdulillah, di PAZ Al Kasaw dokter Hidayat mendapatkan jawaban atas doa doanya selama ini.

Berikut testimoni lengkap dari beliau:

Beliau berkomitmen serius mempelajari PAZ. Beliau ingin menggali metode yang dipakai oleh ustadz Haris, bagaimana sih beliau bisa menemukan aneka terobosan dalam bidang kesehatan dengan konsep biomekanik seluar biasa yang beliau rasakan sendiri faedahnya.

7. dr. Dodi Indra Permadi dari Magelang

Kasus: Kasus Prostat dan Asma.

Pada edisi video ini, dr. Dodi tidak sedang mengeluhkan penyakitnya, tetapi hasil beliau belajar paz lalu menerapkan di lapangan.

Beliau ditanya oleh tim PAZ, apa pasien yang paling berkesan diterapi dengan PAZ? Maka simak saja secara langsung paparan dari beliau:

Walau dari istri beliau yang juga seorang dokter + anak juga sedang menempuh pendidikan dokter masih belum menerima konsep PAZ, beliau komitmen mempelajari, mengembangkan, dan mempraktekkan paz dalam kehidupan sehari hari.

8. dr. Galeh Adhi dari Surakarta

Kasus: Napas Sesak dan GERD

Sebelum mengenal PAZ, dr Galeh, beliau dokter, juga praktisi bekam. 

Tertarik mempelajari PAZ selain oleh sebab masih memiliki keluhan penyakit yang belum tuntas dari sisi pengobatan medis juga alternatif yang sudah dicobanya, beliau tertarik PAZ lahir terinspirasi dari Al Qur’an.

Beliau sangat tertarik dengan pernyataan founder paz yang menyampaikan bahwa inspirasi PAZ lahir dari kajian beliau terhadap kisah nabi Ayyub Alaihi Salam.

Ustadz Haris sampaikan, “Tak ada penyakit yang lebih berat melebihi nabi Ayyub Alaihi Salam, tak ada solusi pengobatan yang lebih mutakhir melebih solusi yang Allah berikan kepada Nabi Ayyub Alaihi Salam. Mengapa tak ada dokter yang mau mengkajinya?“.

Lucunya, Qodarullah, perjalanan dokter Galih belajar PAZ tidak semulus yang diharapkan. Datang ke pelatihan PAZ sehat, karena bisa jadi ada salah prosedur yang dilakukan ketika praktikum bersama teman temannya, eh pulang pulang malah sakit.

Selengkapnya langsung simak apa pandangan dokter galih mengenai PAZ dalam video berikut:

9. dr. Suraya dari Kuala Lumpur, Malaysia

Kasus: Syaraf Kejepit di Leher

Jauh jauh dari malaysia oleh sebab keluhan di leher yang tak sembuh sembuh.

Niatnya berobat, malah akhirnya ikut pelatihannya.

Uniknya, selepas teori dan materi materi disampaikan lanjut di pelatihan ada sesi saling praktikum dengan sesama peserta dalam grup  grup kecil.

dr. Suraya praktikum bersama temannya, eh Alhamdulillah keluhan di lehernya sembuh wasilah praktikum di kelas PAZ.

Beliau bahagia sekali.

Simak selengkapnya testimoni dr. Suraya dalam video berikut:

Beliau berkomitmen memperdalam ilmu PAZ sampai mengikuti kelas lanjutan di Bandung serta mau melihat seperti apa realnya rumah sehat milik Ustadz Haris.

Penutup Sharing Hasil Belajar PAZ dan Testimoni Tentang PAZ dari Para Dokter

PAZ lahir dari kepedulian akan dibutuhkan terobosan solusi atas berbagai problem kesehatan yang hari ini di hadapi. Umat membutuhkan yang lebih baik, aman, solutif bagi kehidupannya.

PAZ lahir mengajak kembali kesadaran kaum muslimin, agar kembali kepada Al Qur’an. Jurus jurus paz banyak inspirasinya lahir didasari landasan dari Al Qur’an dan As Sunnah.

Silakan pelajari, silakan berbagi manfaat kepada sesama. Betapa nikmat ketika umat terbiasa saling bantu dengan sesamanya  sehingga tak perlu terburu buru pergi ke rumah sakit.

Bukan hanya dokter yang bertanggungjawab mengemban ilmu ini. Siapa saja, apapun profesimu, jadikan diri jauh lebih bermanfaat kepada umat salah satunya dengan menambah ilmu PAZ Al Kasaw.

Jadikan diri jauh lebih sehat, praktis, alami melalui jalan PAZ Al Kasaw.

Btw, Apakah baru sepuluh dokter yang ikut di PAZ Al Kasaw?

BANYAAAAK lainnya.  Masih ada dari  beliau yang Sp.OG concern di PAZ Maryam, masih ada yang Spesialis anak Concern menekuni BABYPAZ, ada juga spesialis penyakit dalam, dan masih ada juga spesialis THT yang makin bersemangat mempraktekkan PAZ Al Kasaw.

Yuk berbalapan beramal sholeh melalui PAZ bersama bapak ibu dokter di atas di PAZ Al Kasaw.

Bahasan Baru:

testimoni pengobatan paz, Pengobatan Akhir Zaman: Terapi PAZ Muntilan | Madu Klanceng Muntilan Magelang Jawa Tengah, haris mujahid, review pengobatan akhir zaman, ustadz haris PAZ wafat