• Persalinan Normal vs Caesar: Apa Saja yang Terjadi Saat Bayi Lahir?

    Persalinan Normal vs Caesar: Apa Saja yang Terjadi Saat Bayi Lahir?

    PAZindonesia.com – Ini bukan artikel yang bahas menang siapa menang siapa antara Persalinan Normal vs Caesar.

    Hanya membahas sisi edukatif ketika bayi dilahirkan secara normal dengan caesar.

    Sebab, Sebagai calon orang tua, kita sering dihadapkan pada pilihan: melahirkan secara normal atau caesar.

    Tapi, tahukah kita bahwa cara bayi lahir bukan sekadar soal “keluar dari mana”, tapi juga bagaimana tubuhnya pertama kali bersentuhan dengan dunia?

    Sekali lagi, artikel ini tidak sedang membandingkan mana yang lebih baik. (more…)

  • Perawatan Luka Diabetes Melitus + PAZ Lebih Cepat Sembuh

    Perawatan Luka Diabetes Melitus + PAZ Lebih Cepat Sembuh

    PAZindonesia.com – Mendapatkan kabar dari luwuk banggai, salah satu paztrooper kami yang juga memiliki profesi Perawat yang melakukan Perawatan Luka Diabetes Melitus . Beliau menyampaikan bahwa Perawatan Luka Diabetes Melitus + PAZ Lebih Cepat Sembuh.

    Simak langsung berikut ini screenshot dari status facebook beliaunya:

    cara perawatan luka diabetes sampai sembuh dengan paz

    Pemulihan Luka Diabetes Tanpa Amputasi: Kisah Bu Ni Made dan Terapi PAZ

    Di sebuah ruang praktik kecil di kota Luwuk, seorang perawat yang juga paztrooper, bernama Ni Made Suartini merasakan momen penuh haru.

    (more…)

  • Kisah Bu Ayu | Testimoni PAZ Al Kasaw Sembuh dari Skoliosis, HNP, TB Otak dengan PAZ Al Kasaw

    Kisah Bu Ayu | Testimoni PAZ Al Kasaw Sembuh dari Skoliosis, HNP, TB Otak dengan PAZ Al Kasaw

    Sharing, Testimoni PAZ Al Kasaw Bagaimana jika seseorang yang pernah lumpuh total, hidup 10 tahun dengan korset, bahkan kehilangan fungsi saraf kakinya. Kini bisa rukuk, menyetir, tidur tengkurap, dan mengajar orang lain menyembuhkan dirinya?

    Kisah semacam ini sering dianggap anomali — bahkan mustahil — dalam pandangan medis konvensional. Apalagi jika kesembuhan itu tidak melalui obat, operasi, atau fisioterapi rumah sakit, tapi melalui metode koreksi tubuh alami bernama PAZ Al Kasaw.

    Bu Ayu J Cahyasari, seorang ibu rumah tangga dari Depok, menjalani kondisi yang secara klinis tergolong kompleks: skoliosis derajat sedang, HNP lumbal 3–5, kebas total dari paha hingga kaki, hingga TB Millier yang menyerang otaknya. Ia sempat lumpuh, tidak bisa duduk tanpa disangga, dan memakai brace selama satu dekade.

    Namun titik balik datang saat ia mengikuti pelatihan PAZ. Bukan sebagai pasien, tapi sebagai peserta yang belajar tentang tubuhnya sendiri. Dalam hitungan hari, ia bisa rukuk dengan sempurna. Dalam hitungan minggu, ia melepaskan brace-nya selamanya. Dan dalam hitungan bulan, ia menjadi P3K keluarga — bahkan menolong orang lain dengan ilmu yang ia dapat.

    Artikel ini mencoba memotret kisah nyata Bu Ayu melalui pendekatan studi kualitatif fenomenologis. Bukan sekadar testimoni, tapi sebagai data hidup yang merekam perubahan fungsi tubuh, makna kesembuhan, dan transformasi identitas — dari pasien menjadi penyembuh.

    • Apakah kesembuhan ini bisa dibuktikan secara ilmiah?
    • Apakah metode PAZ yang tanpa alat, tanpa obat, bisa diterima dalam logika biomekanik dan kinesiologi modern?

    Kita akan telusuri kisah ini dengan mata terbuka, hati terbuka, dan nalar yang jujur. Karena dalam setiap tubuh yang sembuh wasilah paz, ada ilmu yang belum sempat dibukukan.


    Pendahuluan: Ketika Teori Tak Lagi Cukup, Tubuh Sebagai Sumber Ilmu

    Dalam lanskap pengobatan modern, pendekatan Evidence-Based Medicine (EBM) menjadi standar emas dalam penentuan diagnosis, intervensi, dan evaluasi klinis. Namun, tidak semua pengalaman kesembuhan dapat dijelaskan sepenuhnya oleh angka statistik, hasil laboratorium, atau parameter objektif. Ada dimensi tubuh yang hanya bisa dibaca dari dalam: melalui pengalaman langsung individu itu sendiri. (more…)

  • Miliary Tuberculosis TB Milier Sembuh Diterapi PAZ Al Kasaw?

    Miliary Tuberculosis TB Milier Sembuh Diterapi PAZ Al Kasaw?

    Pazindonesia.com – Miliary tuberculosis masih menjadi tantangan kesehatan global yang serius. Badan Kesehatan Dunia WHO mencatat 10,4 juta kasus baru TB di dunia dengan 1 juta kasus merupakan TB anak (Utami et al., 2021). Indonesia menempati posisi kedua dengan lebih dari 1 juta kasus baru setelah India (Utami et al., 2021).

    Data statistik menunjukkan TB milier berkontribusi kurang dari 2% dari seluruh kasus TB berdasarkan penelitian epidemiologi berbasis histologi (Utami et al., 2021). Di Provinsi Bali, tercatat 11,1% kasus TB anak dari total kasus TB pada tahun 2018 (Utami et al., 2021).

    Proyeksi ke depan menunjukkan potensi peningkatan kasus, terutama pada anak-anak dengan sistem imun yang menurun. Penyebaran TB milier terjadi melalui jalur hematogen dan limfogen, dengan manifestasi penyebaran hematogen tersamar yang dapat menyebar ke organ luar paru dan penyebaran hematogen generalisata akut yang dapat berkembang menjadi TB milier atau meningitis TB (Utami et al., 2021).

    Mengingat tingginya risiko penularan dan angka kematian TB milier miliary tuberculosis, diperlukan pendekatan pengobatan yang lebih komprehensif. Selain pengobatan konvensional, metode terapi alami yang dapat mendukung pemulihan pasien perlu dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas penanganan TB milier, terutama pada pasien anak yang memerlukan pendekatan khusus dalam terapinya.

    Definisi dan Karakteristik Miliary Tuberculosis

    Miliary Tuberculosis adalah manifestasi berat dari infeksi Mycobacterium tuberculosis yang terjadi akibat penyebaran hematogen dan limfogen secara sistemik. Kondisi ini ditandai dengan munculnya nodul-nodul kecil berukuran 1-3 mm yang tersebar di berbagai organ tubuh (Utami et al., 2021). (more…)

  • Pengobatan Vitiligo Bisa Sembuh Alami Dengan Terapi PAZ Al Kasaw?

    Pengobatan Vitiligo Bisa Sembuh Alami Dengan Terapi PAZ Al Kasaw?

    pazindonesia.com – Apakah Vitiligo Bisa Sembuh? Vitiligo adalah kondisi autoimun yang menyebabkan hilangnya pigmen kulit di beberapa area tubuh. Menurut data terbaru dari World Health Organization (WHO), sekitar 1-2% populasi dunia atau lebih dari 100 juta orang mengalami vitiligo. Di Indonesia sendiri, diperkirakan lebih dari 2 juta orang hidup dengan kondisi vitiligo.

    Penyakit vitiligo ditandai dengan munculnya bercak-bercak putih pada kulit akibat kerusakan sel melanosit yang bertugas memproduksi melanin (pigmen warna kulit). Bercak putih ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh seperti wajah, tangan, kaki, dan area tubuh lainnya. Meski tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal, dampak psikologis yang dialami penderita vitiligo cukup berat karena perubahan penampilan yang terjadi.

    Pengobatan konvensional untuk vitiligo umumnya menggunakan obat-obatan yang harus dikonsumsi dalam jangka panjang. Namun kini hadir alternatif pengobatan alami melalui terapi PAZ Al Kasaw yang fokus pada perbaikan sistem tubuh secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala. Terapi ini berfokus mengaktifkan fungsi kekebalan tubuh alami pada tubuh serta memaksimalkan fungsi tubuh dengan gerakan – gerakan terapi sehingga tercipta self healing pada berbagai keluhan, salah satunya vitiligo ini.

    Berbeda dengan pengobatan konvensional yang seringkali membuat pasien bergantung pada obat seumur hidup, terapi PAZ Al Kasaw menawarkan pendekatan holistik yang aman dan berkelanjutan. Metode ini telah membantu banyak pasien mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia dan beralih ke pola hidup yang lebih sehat (Anjrah, 2023).

    Definisi Penyakit Vitiligo

    Vitiligo adalah penyakit autoimun yang menyebabkan hilangnya pigmen kulit secara bertahap. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel melanosit yang bertugas memproduksi melanin atau pigmen warna kulit (Salim & Lestari, 2018). (more…)