• 11 Kategori Pasien Resiko Tinggi (Resti) dalam Metode PAZ Al Kasaw

    11 Kategori Pasien Resiko Tinggi (Resti) dalam Metode PAZ Al Kasaw

    Pazindonesia.com PAZ memiliki S.O.P yang jelas mengenai pasien Resti / Pasien Resiko Tinggi. Dimana paztrooper wajib memperhatikan dan tidak ‘melampaui batas’ dalam memberikan tindakan terapi.

    Tidak semua penyakit bisa diterapi dengan PAZ Al Kasaw. Prinsip ini penting dipahami sejak awal agar paztrooper tidak terjebak pada klaim berlebihan atau tindakan yang justru membahayakan diri maupun pasien.

    Ustadz Haris Moedjahid rahimahullah selalu mengingatkan bahwa setiap ilmu pengobatan memiliki keterbatasan. Ada wilayah yang Allah belum bukakan kunci ilmunya, ada pula kondisi pasien yang membuat penerapan jurus PAZ kepadanya menjadi sangat beresiko.

    Maka, paztrooper sebelum memberikan terapi wajib menilai tingkat keselamatan kerja untuk diri juga kepada klien terapinya. (more…)

  • Sudah Terapi Autis dengan Konsep ATST? Pakai Terapi Autis Perspektif Baru

    Sudah Terapi Autis dengan Konsep ATST? Pakai Terapi Autis Perspektif Baru

    Pazindonesia.com – Tentang terapi autis, Banyak orang tua yang memiliki anak dengan autisme berusaha dengan sangat luar biasa mencari jalan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

    Di luar sana ada berbagai pilihan terapi untuk autis mulai dari metode perilaku, terapi wicara, okupasi, bahkan alternatif seperti terapi autis dengan lumba-lumba. Semua punya niat baik untuk membantu.

    Namun, satu hal yang sering luput dari perhatian adalah bagaimana kesehatan rangka tubuh berpengaruh pada saraf, otak, dan perilaku anak.

    Riset terbaru mulai membuka mata kita bahwa anak dengan autisme tidak hanya menghadapi tantangan komunikasi, tetapi juga masalah keseimbangan tubuh, motorik, hingga fungsi kognitif.

    Di sinilah ATST (Anak Tenang Sosialisasi Tumbuh) by PAZ Al Kasaw hadir. (more…)

  • Kajian Ilmiah Cara Tidur Rasulullah SAW dan Implikasinya bagi Kesehatan Modern

    Kajian Ilmiah Cara Tidur Rasulullah SAW dan Implikasinya bagi Kesehatan Modern

    Pazindonesia.com – Sebelum bahas lengkap Cara Tidur Rasulullah, Sadarilah Tidur adalah salah satu nikmat Allah SWT yang esensial bagi pemulihan fisik dan mental manusia.

    Rasulullah SAW, sebagai teladan sempurna, telah mengajarkan kaidah tidur yang tidak hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga terbukti memiliki relevansi ilmiah yang kuat dengan kesehatan modern.

    Bersama sama melalui artikel ini, kita akan menganalisis cara tidur Rasulullah SAW berdasarkan hadis-hadis sahih dan menghubungkannya dengan riset ilmiah terkini, guna memberikan pemahaman komprehensif yang dapat kita amalkan.

    Cara Tidur Rasulullah SAW: Fondasi Kesehatan Holistik
    Rasulullah SAW memiliki adab dan kebiasaan tidur yang teratur dan penuh hikmah, mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani.

    Kaidah-kaidah ini meliputi persiapan sebelum tidur, posisi saat tidur, hingga amalan setelah bangun.

    Adab dan Amalan Sebelum Tidur
    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak mengakhirkan tidur malam selepas shalat Isya, kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang ilmu, menjamu tamu, atau menemani keluarga.

    Beliau membenci tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.

    Hal ini diriwayatkan dari Abi Barzah, ia berkata:

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568).

    Sebelum beranjak ke tempat tidur, disunnahkan untuk berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Dari Al-Bara’ bin ‘Azib, Rasulullah SAW bersabda:

    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ
    “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu’ terlebih dahulu sebagaimana wudhu’mu untuk melakukan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

    Berwudhu sebelum tidur menjadikan seseorang dalam keadaan suci, yang diyakini dapat menghindarkan dari gangguan jin dan syaitan.

    Selain itu, Kalau serius menerapkan Cara Tidur Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk mengibas tempat tidur sebanyak tiga kali dengan ujung kain sebelum berbaring, karena tidak diketahui apa yang mungkin ada di atasnya.

    Ini adalah bentuk menjaga kebersihan dan kewaspadaan. (more…)

  • Osteoarthritis Lutut Apakah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan dan Fakta Lengkapnya

    Osteoarthritis Lutut Apakah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan dan Fakta Lengkapnya

    Pazindonesia.com – Osteoarthritis lutut apakah bisa sembuh adalah pertanyaan yang banyak diajukan oleh para penderita nyeri lutut menahun.

    Osteoarthritis atau pengapuran sendi memang kerap membuat penderita merasa hidupnya berhenti.

    Nyeri setiap langkah, sulit duduk lama, bahkan untuk sholat pun terasa berat.

    Namun, benarkah osteoarthritis lutut tidak bisa sembuh?

    Bagaimana jika ada terapi osteoarthritis yang alami dan tanpa obat, seperti metode PAZ Al Kasaw? (more…)

  • Manfaat Bekam Ditinjau dari Konsep Input Sistem Output PAZ

    Manfaat Bekam Ditinjau dari Konsep Input Sistem Output PAZ

    Pazindonesia.com – Kali ini, kita bahas apa sih Manfaat Bekam Ditinjau dari Konsep Input Sistem Output menurut PAZ Al Kasaw?

    foto founder paz ustadz haris moedjahid rahimahullah aris hidayat
    Gambar 1: Ustadz Haris Moedjahid Rahimahullah

    Ustadz Haris Rahimahullah, Founder PAZ Al Kasaw, dalam banyak kesempatan menyampaikan bahwa pendekatan pengobatan hendaknya dilakukan secara holistik.

    Janganlah kita terpaku ada salah satu kategori saja, terlalu fanatik pada area tersebut, sehingga melupakan bahkan mengabaikan sisi lain.

    Pemaknaan holistik dalam PAZ Al Kasaw adalah mencakup aspek Input – Sistem – Output

    Apa yang dimaksud dengan Input – Sistem – Output?

    Latar belakang Ustadz Haris yang merupakan ‘orang teknik’, beliau dulu sekolah di Technische Universiteit Delft jurusan Aeronoutical Enginering (spesialisasi struktur dan rangka pesawat terbang) Belanda, mau tidak mau memberikan pengaruh dalam beliau mencermati bidang pengobatan.

    Beliau sampaikan, kalau mau sehat paripurna, setuju, perhatikan inputnya.

    Input meliputi apa saja yang dimasukan ke badan, tidak terbatas pada makanan, minuman, herbal, obat kimia sintetis, infus, bahkan yang sifatnya adalah kalor juga termasuk bagian dari input.

    Tapi jangan input saja.

    Sudah tahu bahwa klien sudah meminum obat, sudah meminum herbal sekian tahun namun belum ada progres peningkatan kualitas kesehatan, maka harus lakukan sesuatu yang lain dalam ikhtiarnya. Jangan berputar putar pada area input saja. (more…)