Klaten, Jumat hingga Ahad, 3–5 April 2026. Kawasan Ayub Camp Klaten menjadi pusat perhatian nasional dengan digelarnya Liga Santri Indonesia Seri #1 cabang berkuda memanah. Event ini merupakan bagian dari agenda resmi Pordasi Berkuda Memanah Nasional yang menghadirkan 81 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.

Penyelenggaraan kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan tingkat nasional dan daerah.
Hadir dalam pembukaan event pada kesempatan ini antara lain Bapak Norman Maeciano (Ketua KONI Pusat), Ibu Triwatty pimpinan Federasi Pordasi Berkuda Memanah, Bapak Sujarwanto Ketua KONI Jawa Tengah, Bapak Parwanto Ketua Koni Klaten, jajaran kepolisian Polda maupun Polres, Pejabat Kodim juga koramil, serta Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (beliau liput di Instagram Pribadinya).

Kepercayaan yang diberikan kepada Ayub Camp sebagai venue utama menjadi momentum penting. Lokasi ini juga merupakan kantor pusat aktivitas PAZ Al Kasaw, yang selama ini konsisten mengusung nilai pembinaan fisik berbasis keseimbangan tubuh sekaligus pembentukan karakter. Penyelenggaraan event berskala nasional ini mempertegas posisi Ayub Camp sebagai ruang strategis untuk kegiatan edukatif, sportif, dan bernilai budaya.


Lebih dari sekadar kompetisi, berkuda memanah merupakan olahraga yang menuntut integrasi antara kekuatan fisik, ketepatan fokus, serta keberanian dalam pengambilan keputusan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat olahraga sunnah yang terus digelorakan oleh komunitas dan jaringan praktisi terapi PAZ Al Kasaw di berbagai daerah.

Kegiatan ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat Klaten dan sekitarnya untuk mengenal lebih dekat aktivitas berkuda dan memanah sebagai pilihan pembinaan generasi muda. Ayub Camp secara berkala menyediakan program latihan berkuda, memanah, hingga berkuda sambil memanah sebagai sarana aktivitas positif yang terarah dan bernilai edukatif.

Dengan terselenggaranya Liga Santri Nasional Seri #1 ini, diharapkan lahir ekosistem pembinaan atlet berkuda memanah yang lebih terstruktur, sekaligus memperkuat syiar olahraga sunnah di Indonesia melalui kolaborasi lintas lembaga dan komunitas.